FEATURED NEWS

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

PMIIRAYONALHIKAM-Tanpa prolog, Mahasiswa hukum merupakan sosok yang dikenalsangat mengedepankan logika dan argumentasi hukumya. Namun, kemampuan tersebut tidak serta merta dapat diperoleh bagi setiapmahasiswa hukum pada umumnya yang hanya mempelajari daritumpukan buku teks dan hafalan pasal, melainkan ditempa melaluiinteraksi, konflik, dan dinamika antarmanusia. Proses panjangitulah yang membutuhkan kesabaran, ketelitian dan pemahamanyang membawanya kearah sosok hukum yang lebih paten. Mengingat, mahasiswa hukum yang dulunya dikenal dikalanganmahasiswa sebagai kaum idealis perlahan demi sedikit memudarseiring berkembangnya generasi saat ini. Perlu diketahui faktorpenyebab daripada lunturnya semangat idealis adalah sebuah atom perusak bagi induknya, dan kemungkinan pula ada yang takut pintarmalah berpotensi dibilang gobl*k, maka daripada itu penulismemberikan jamuan praktis terhadap mahasiswa yang mempunyaikesadaran dan pemahaman terhadap dangkalnya pola pikir yang dimiliki. Pertama, sebagai mahasiswa hukum harus mendasari dan menguasai argumentasi hukum. Karena mahasiswa hukum bukansoal jago debat didalam bangku kelas maupun perkopian, melainkan berdebat dengan mengandung dasar, nilai, norma dan bukti. Hal demikian, dapat diperoleh melalui asahan keterbiasanmembaca literatur, menulis dan komunikasi aktif. Kedua, sebagai mahasiswa hukum tentu harus mempunyaikeberanian dalam mengambil setiap keputusan. Yang dimanakeputusan bukan hanya menjadi titik terakhir dalam setiappermasalahan saja , namun pertimbangan atas dampak, resiko, dan kebermanfaatannya. Olahan pengetahuan ini seringkalimendapatkan benturan dari berbagai individu lain bilamanakeputusan yang diambil tidak sejalan, Maka sebagai mahasiswahukum perlu dilatih dengan mengikuti serangkaian organisasikemahasiswaan guna meningkatkan kepekaan sosial dan kematangan emosional. Ketiga, sebagai mahasiswa hukum harus memahami bahwa dunia hukum sangat bergantung pada hubungan antar manusia. Tidak semestinya seorang mahasiswa hukum mengurung diri hanya di balik tumpukan buku tebal, melainkan aktif melangkah ke ruangpublik seperti halnya diskusi, seminar, dan forum. Sebab ia tahu,penguasaan teori adalah kunci masuk, namun jejaring yang luas dan sehat adalah jembatan yang menghubungkannya pada peluang-peluang nyata di dunia kerja. Seperti itu saja demikian.. Lakukanlah, Biasakanlah, Teruskanlah.. *) Penulis : Rifki...

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

PMIIRAYONALHIKAM-Tanpa prolog, Mahasiswa hukum merupakan sosok yang dikenalsangat mengedepankan logika dan argumentasi hukumya. Namun, kemampuan tersebut tidak serta merta dapat diperoleh bagi setiapmahasiswa hukum pada umumnya yang hanya mempelajari daritumpukan buku teks dan hafalan pasal, melainkan ditempa melaluiinteraksi, konflik, dan dinamika antarmanusia. Proses panjangitulah yang membutuhkan kesabaran, ketelitian dan pemahamanyang membawanya kearah sosok hukum yang lebih paten. Mengingat, mahasiswa hukum yang dulunya dikenal dikalanganmahasiswa sebagai kaum idealis perlahan demi sedikit memudarseiring berkembangnya generasi saat ini. Perlu diketahui faktorpenyebab daripada lunturnya semangat idealis adalah sebuah atom perusak bagi induknya, dan kemungkinan pula ada yang takut pintarmalah berpotensi dibilang gobl*k, maka daripada itu penulismemberikan jamuan praktis terhadap mahasiswa yang mempunyaikesadaran dan pemahaman terhadap dangkalnya pola pikir yang dimiliki. Pertama, sebagai mahasiswa hukum harus mendasari dan menguasai argumentasi hukum. Karena mahasiswa hukum bukansoal jago debat didalam bangku kelas maupun perkopian, melainkan berdebat dengan mengandung dasar, nilai, norma dan bukti. Hal demikian, dapat diperoleh melalui asahan keterbiasanmembaca literatur, menulis dan komunikasi aktif. Kedua, sebagai mahasiswa hukum tentu harus mempunyaikeberanian dalam mengambil setiap keputusan. Yang dimanakeputusan bukan hanya menjadi titik terakhir dalam setiappermasalahan saja , namun pertimbangan atas dampak, resiko, dan kebermanfaatannya. Olahan pengetahuan ini seringkalimendapatkan benturan dari berbagai individu lain bilamanakeputusan yang diambil tidak sejalan, Maka sebagai mahasiswahukum perlu dilatih dengan mengikuti serangkaian organisasikemahasiswaan guna meningkatkan kepekaan sosial dan kematangan emosional. Ketiga, sebagai mahasiswa hukum harus memahami bahwa dunia hukum sangat bergantung pada hubungan antar manusia. Tidak semestinya seorang mahasiswa hukum mengurung diri hanya di balik tumpukan buku tebal, melainkan aktif melangkah ke ruangpublik seperti halnya diskusi, seminar, dan forum. Sebab ia tahu,penguasaan teori adalah kunci masuk, namun jejaring yang luas dan sehat adalah jembatan yang menghubungkannya pada peluang-peluang nyata di dunia kerja. Seperti itu saja demikian.. Lakukanlah, Biasakanlah, Teruskanlah.. *) Penulis : Rifki...

BUSINESS

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

PMIIRAYONALHIKAM-Tanpa prolog, Mahasiswa hukum merupakan sosok yang dikenalsangat mengedepankan logika dan argumentasi hukumya. Namun, kemampuan tersebut tidak serta merta dapat diperoleh bagi setiapmahasiswa hukum pada umumnya yang hanya mempelajari daritumpukan buku teks dan hafalan pasal, melainkan ditempa melaluiinteraksi, konflik, dan dinamika antarmanusia. Proses panjangitulah yang membutuhkan kesabaran, ketelitian dan pemahamanyang membawanya kearah sosok hukum yang lebih paten. Mengingat, mahasiswa hukum yang dulunya dikenal dikalanganmahasiswa sebagai kaum idealis perlahan demi sedikit memudarseiring berkembangnya generasi saat ini. Perlu diketahui faktorpenyebab daripada lunturnya semangat idealis adalah sebuah atom perusak bagi induknya, dan kemungkinan pula ada yang takut pintarmalah berpotensi dibilang gobl*k, maka daripada itu penulismemberikan jamuan praktis terhadap mahasiswa yang mempunyaikesadaran dan pemahaman terhadap dangkalnya pola pikir yang dimiliki. Pertama, sebagai mahasiswa hukum harus mendasari dan menguasai argumentasi hukum. Karena mahasiswa hukum bukansoal jago debat didalam bangku kelas maupun perkopian, melainkan berdebat dengan mengandung dasar, nilai, norma dan bukti. Hal demikian, dapat diperoleh melalui asahan keterbiasanmembaca literatur, menulis dan komunikasi aktif. Kedua, sebagai mahasiswa hukum tentu harus mempunyaikeberanian dalam mengambil setiap keputusan. Yang dimanakeputusan bukan hanya menjadi titik terakhir dalam setiappermasalahan saja , namun pertimbangan atas dampak, resiko, dan kebermanfaatannya. Olahan pengetahuan ini seringkalimendapatkan benturan dari berbagai individu lain bilamanakeputusan yang diambil tidak sejalan, Maka sebagai mahasiswahukum perlu dilatih dengan mengikuti serangkaian organisasikemahasiswaan guna meningkatkan kepekaan sosial dan kematangan emosional. Ketiga, sebagai mahasiswa hukum harus memahami bahwa dunia hukum sangat bergantung pada hubungan antar manusia. Tidak semestinya seorang mahasiswa hukum mengurung diri hanya di balik tumpukan buku tebal, melainkan aktif melangkah ke ruangpublik seperti halnya diskusi, seminar, dan forum. Sebab ia tahu,penguasaan teori adalah kunci masuk, namun jejaring yang luas dan sehat adalah jembatan yang menghubungkannya pada peluang-peluang nyata di dunia kerja. Seperti itu saja demikian.. Lakukanlah, Biasakanlah, Teruskanlah.. *) Penulis : Rifki...

Entertainment

Latest News

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

Membentuk Karakter Penegak Hukum yang Paten dan Kritis

PMIIRAYONALHIKAM-Tanpa prolog, Mahasiswa hukum merupakan sosok yang dikenalsangat mengedepankan logika dan argumentasi hukumya. Namun, kemampuan tersebut tidak serta merta dapat diperoleh bagi setiapmahasiswa hukum pada umumnya yang hanya mempelajari daritumpukan buku teks dan hafalan pasal, melainkan ditempa melaluiinteraksi, konflik, dan dinamika antarmanusia. Proses panjangitulah yang membutuhkan kesabaran, ketelitian dan pemahamanyang membawanya kearah sosok hukum yang lebih paten. Mengingat, mahasiswa hukum yang dulunya dikenal dikalanganmahasiswa sebagai kaum idealis perlahan demi sedikit memudarseiring berkembangnya generasi saat ini. Perlu diketahui faktorpenyebab daripada lunturnya semangat idealis adalah sebuah atom perusak bagi induknya, dan kemungkinan pula ada yang takut pintarmalah berpotensi dibilang gobl*k, maka daripada itu penulismemberikan jamuan praktis terhadap mahasiswa yang mempunyaikesadaran dan pemahaman terhadap dangkalnya pola pikir yang dimiliki. Pertama, sebagai mahasiswa hukum harus mendasari dan menguasai argumentasi hukum. Karena mahasiswa hukum bukansoal jago debat didalam bangku kelas maupun perkopian, melainkan berdebat dengan mengandung dasar, nilai, norma dan bukti. Hal demikian, dapat diperoleh melalui asahan keterbiasanmembaca literatur, menulis dan komunikasi aktif. Kedua, sebagai mahasiswa hukum tentu harus mempunyaikeberanian dalam mengambil setiap keputusan. Yang dimanakeputusan bukan hanya menjadi titik terakhir dalam setiappermasalahan saja , namun pertimbangan atas dampak, resiko, dan kebermanfaatannya. Olahan pengetahuan ini seringkalimendapatkan benturan dari berbagai individu lain bilamanakeputusan yang diambil tidak sejalan, Maka sebagai mahasiswahukum perlu dilatih dengan mengikuti serangkaian organisasikemahasiswaan guna meningkatkan kepekaan sosial dan kematangan emosional. Ketiga, sebagai mahasiswa hukum harus memahami bahwa dunia hukum sangat bergantung pada hubungan antar manusia. Tidak semestinya seorang mahasiswa hukum mengurung diri hanya di balik tumpukan buku tebal, melainkan aktif melangkah ke ruangpublik seperti halnya diskusi, seminar, dan forum. Sebab ia tahu,penguasaan teori adalah kunci masuk, namun jejaring yang luas dan sehat adalah jembatan yang menghubungkannya pada peluang-peluang nyata di dunia kerja. Seperti itu saja demikian.. Lakukanlah, Biasakanlah, Teruskanlah.. *) Penulis : Rifki...

Page 1 of 2 1 2

Recommended

Most Popular