Panggil aku gila,
atau panggil mereka buta
Buih kata disepelekan selalu terukir
Namun sumpah demi nurani, aku takkan
mengukir putus asa
Seumur napas yang terhisap, sejak buaian
hingga senja kini yang menantang
Genggam tak punya kuasa atas diri
Seakan cakrawala membuang pijakanku
Tapi pantaskah seribu benih mimpi tumbang
karenanya
Kata mereka
Teriak adalah membantah, tangis adalah
mengemis, tekad adalah keras kepala
Padahal, ia adalah perjuangan dan
pengorbanan
Akulah perempuan-perempuan perkasa
)* penulis : sahabati aida











