PMIIRAYONALHIKAM-Pendekatan kepada mahasiswa baru (maba) memerlukan strategi khusus agar mereka tertarik dan nyaman bergabung dalam organisasi.
Sejumlah aktivis mahasiswa membagikan pandangan dan tips penting terkait pola pendekatan yang efektif dalam masa orientasi kampus.
Lulunk, salah satu narasumber, menilai bahwa kunci utama pendekatan maba terletak pada keramahan dan kehangatan sikap.
“Ya, menampilkan wajah-wajah yang ramah, merangkulnya itu lebih enak lagi,” ujar Lulunk saat diwawancarai.
Sementara itu, Hafis menekankan pentingnya membangun ikatan emosional terlebih dahulu melalui intensitas pertemuan yang rutin.
Menurut Hafis, ikatan emosional yang kuat akan menumbuhkan ketertarikan mereka untuk mengenal organisasi lebih dalam.
“Pertama itu kita harus sering-sering ngumpul sama teman-teman maba biar chemistry-nya dapat,” kata Hafis.
Setelah ikatan emosional terbangun, penanaman doktrin organisasi dapat dilakukan secara perlahan.
Pendekatan serupa juga disampaikan oleh Nabil yang menggarisbawahi pentingnya keikhlasan dalam proses pendampingan maba.
Nabil berpesan agar para kader senior senantiasa mendampingi dan tidak meninggalkan maba setelah proses pengkaderan selesai.
“Maka harus kita tetap dampingi dan jangan gampang ditinggalin atau tidak dikomunikasikan lagi,” pungkas Nabil.
Melalui kombinasi keramahan, kedekatan emosional, dan pendampingan berkelanjutan, proses pengkaderan dinilai akan jauh lebih optimal dan berdampak jangka panjang.
*)Penulis : Nabil,Hafis,Lulunk,Kader PMII Al Hikam











